Genangan air menghambat mobilitas pagi hari di Kota Mamuju.Jalan tergenang memperlambat lalu lintas dan mengganggu aktivitas kerja serta sekolah warga.
Genangan air kembali menghambat mobilitas pagi hari di Kota Mamuju setelah hujan turun dengan intensitas cukup tinggi sejak malam hingga dini hari.Sejumlah ruas jalan utama dan jalan lingkungan tergenang air sehingga arus lalu lintas melambat tepat pada jam-jam sibuk saat warga berangkat bekerja dan bersekolah.Kondisi ini menimbulkan kemacetan lokal serta memaksa masyarakat menyesuaikan waktu tempuh spaceman.
Genangan mulai terlihat sejak subuh di beberapa titik yang dikenal rawan tergenang saat hujan.Air menutup sebagian badan jalan dengan ketinggian bervariasi,mulai dari beberapa sentimeter hingga mendekati mata kaki.Genangan tersebut membuat kendaraan harus melaju pelan dan berhati-hati.Kepadatan lalu lintas pun terjadi karena kendaraan saling menghindari bagian jalan yang tergenang lebih dalam.
Pengendara sepeda motor menjadi kelompok yang paling terdampak.Jalan licin dan lubang yang tertutup air meningkatkan risiko tergelincir terutama saat pengendara terburu-buru menuju tempat kerja atau sekolah.Sementara itu,pengendara mobil harus mengurangi kecepatan untuk menghindari kerusakan kendaraan akibat air yang menggenang.Pejalan kaki juga mengalami kesulitan karena trotoar ikut tergenang sehingga harus berbagi ruang dengan kendaraan di badan jalan.
Aktivitas pagi warga berjalan lebih lambat dari biasanya.Banyak pekerja mengeluhkan keterlambatan tiba di kantor karena waktu tempuh perjalanan bertambah.Pelajar dan mahasiswa terpaksa berangkat lebih awal atau mencari jalur alternatif agar tidak terlambat mengikuti kegiatan belajar.Bagi warga yang bergantung pada transportasi umum,kondisi genangan membuat jadwal perjalanan menjadi tidak menentu.
Genangan air juga berdampak pada aktivitas ekonomi pagi hari.Pedagang kecil yang biasa beroperasi sejak pagi merasakan penurunan jumlah pembeli karena akses menuju lokasi usaha terhambat.Sebagian pembeli memilih menunda aktivitas hingga kondisi jalan membaik.Kondisi ini menunjukkan bahwa genangan air meski bersifat sementara tetap membawa dampak nyata bagi roda ekonomi harian masyarakat.
Faktor utama penyebab genangan adalah curah hujan yang cukup tinggi dalam durasi lama.Sistem drainase di beberapa kawasan belum mampu mengalirkan air hujan dengan cepat sehingga air meluap ke badan jalan.Di sejumlah titik,pendangkalan saluran dan tumpukan sampah memperlambat aliran air.Akibatnya,genangan bertahan hingga pagi hari meskipun hujan telah berhenti.
Selain itu,perkembangan kawasan perkotaan yang pesat turut memengaruhi kondisi tata air.Permukaan tanah yang semakin tertutup aspal dan beton mengurangi daya resap air hujan.Limpasan air permukaan meningkat dan mengalir ke kawasan rendah.Ketika kapasitas drainase tidak memadai,genangan menjadi sulit dihindari terutama pada jam-jam awal aktivitas warga.
Dari sisi keselamatan,genangan air pada pagi hari meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.Kombinasi antara permukaan jalan licin,jarak pandang terbatas,dan pengendara yang terburu-buru menciptakan situasi berbahaya.Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan agar tidak terjadi insiden yang merugikan pengguna jalan maupun pejalan kaki.
Situasi ini kembali menyoroti pentingnya pengelolaan drainase perkotaan yang lebih optimal.Pembersihan rutin saluran air dan perbaikan drainase di titik rawan genangan menjadi langkah yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.Penataan ruang kota yang memperhatikan area resapan air juga dapat membantu mengurangi limpasan saat hujan turun deras.
Peran masyarakat menjadi bagian penting dalam mengatasi masalah genangan.Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dapat membantu memperlancar aliran air.Kolaborasi antara warga dan pemerintah akan memberikan dampak yang lebih signifikan dalam mengurangi genangan yang kerap terjadi.
Genangan air yang menghambat mobilitas pagi hari di Kota Mamuju menjadi gambaran tantangan perkotaan di tengah pola cuaca yang semakin tidak menentu.Diperlukan perencanaan infrastruktur yang adaptif serta kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.Dengan upaya yang konsisten,dampak genangan diharapkan dapat ditekan sehingga aktivitas pagi warga dapat berjalan lebih lancar,aman,dan produktif.
